Pages

Selasa, 28 Desember 2010

Ilmu Pengetahuan - Ada Apa Dengan Sistem Operasi

ADA APA DENGAN SISTEM OPERASI?

Assalamualaikum Wr.Wb

Teman – teman yang berbahagia aku ingin berbagi informasi nih tentang Operating System (Sistem Operasi) dengan kalian, mungkin kalian tidak asing lagi bila mendengar kata system operasi, ya karena system operasi adalah hal penting dari sebuah computer, tanpa system operasi mustahil sebuah computer dapat bekerja meskipun mempunyai spesifikasi / penyusun yang super sekalipun.

Setelah mengikuti kuliah umum tentang trend system operasi masa kini, pada hari kamis 23 Desember yang lalu aku mendapat banyak pengetahuan tentang system operasi ini. Aku mulai dari pengertian system operasi sendiri itu apa ya? Menurut sumber yang aku lihat dan aku baca system operasi adalah seperangkat program yang memantau dan mengatur pemakaian sumber daya computer, Seperti processor, dan alat input output. Lalu definisi system operasi yang kedua adalah sebuah software layer yang memfasilitasi semua software utility dan aplikasi (menjembatani atau sebagai penghubung antara user (program user) dengan perangkat keras computer. Contoh dari Program aplikasi dan program utility yaitu office, games, dsb. Contoh program system yaitu Sistem Operasi (Machine Languange) dan Hardware yaitu Micro programming (perangkat fisik). Disini system operasi berperan sebagai penghubung antara program aplikasi dan perangkat keras dengan system operasi sebagai penterjemahnya.

Setelah kita semua mengetahui definisi dari system operasi aku ingin memberikan sedikit informasi tentang Fungsi system operasi, Fungsi Sistem Operasi diantaranya yaitu :

1. Sebagai Extended Machine

2. Menyembunyikan Kompleksitas pemograman hardware dari programmer / user

3. Menyajikan Fasilitas yang lebih mudah dan sederhana untuk menggunakan hardware.

4. Sebagai service provider : menyediakan layanan standar, contohnya File system, Standard Libraries, Windowing System, dan User Interface.

5. Sebagai coordinator tiga aspek : Sumber daya Manager (Resource Manager), Security, dan Communication. Resource Manager, yaitu mengatur dan mengefisienkan penggunaaan sumber daya computer, memantau penggunaan semua resources, mengalokasikan resources yang diminta, dan mengambil kembali resources. Security adalah kemampuan system operasi untuk mencegah job dari gangguan atau interfensi satu sama lain. Dan yang terakhir Communication adalah kemampuan system operasi untuk mempersiapkan job agar dapat berinteraksi satu sama lain.

Pengetahuan yang aku dapat berikutnya adalah tentang sejarah dari system operasi sendiri. Apakah kalian tahu teman – teman bahwa sejarah system operasi sendiri sangat berkaitan erat dengan perkembangan computer sendiri, dari mulai computer generasi pertama yang tidak memakai system operasi sampai computer generasi ke lima yang sudah seperti sekarang.

Komputer Generasi Pertama (1945 – 1955) : Komponennya merupakan Vacum tubes, dan plugboards. Analytical Engine (Charles Babbage), Calculating Engine Use Vacum Tubes (Howard Aitken, John Von Neuman, J.P Eckert, dan Konrad Zuse), Belum mempunyai system operasi, dan bahasa pemograman, dan operasi use plugboard (Data dan Proses pada Punched Card).

Komputer Generasi ke dua (1955 – 1965) : komponen penyusunnya yaitu transistor, dan sudah dilengkapi oleh batch system. Adanya Pengenalan Job (Program atau seperangkat program), Sudah menggunakan bahasa pemograman Fortrand, dan assembler, serta dilengkapi penggunaan batch system dengan system offline.

Komputer Generasi ke tiga (1965 – 1980) : Komponen penyusunnya adalah IC (Integrated Circuit). Dan dilengkapi oleh Multi Programming. Dapat dapat menangani komputasi sains dan komersial, Mulai melakukan pengenalan multi programming dan mulai menerapkan partisi memory dengan job – job yang berbeda pada setiap partisi). Mengenalkan spooling (simultaneous peripheral operation on line) membuat peripheral seolah - olah dapat digunakan bersama – sama sekaligus, dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memory. Mengenalkan Time Sharing (berbagi waktu) system time sharing pertama.dan mulai mengenalkan system operasi UNIX (Uniplex).

Komputer Generasi ke empat (1980 – 1990) : Komponen penyusunnya adalah LSI, dan VLSI. Pada generasi ini mulai dilakukan pengembangan LSI dan VLSI untuk melahirkan PC dan Workstation pada single computing. Pengembangan OS Risc Processor untuk parallel computing. Dilengkapi oleh Network OS dan Distributed Operating system. Software yang digunakan user friendly, dan memakai 2 operating system yaitu Microsoft Dos (8088, 80286, 80386, 80486) untuk processor Intel dan OS UNIX untuk processor Non Intel.

Komputer Generasi Ke lima (1990 – Sekarang) : Komponen penyusunnya VLSI, ULSI, dan mulai menerapkan teknologi nanosecond, serta aplikasi berbasis web dan multimedia. Pengembangan VLSI dan ULSI untuk PC berkecepatan tinggi untuk server, desktop, maupun workstation. Pengembangan system operasi dengan mnggunakan teknologi GUI (Grafik User Interface). Pengembangan Aplikasi Multimedia dan aplikasi berbasis internet. Mulai dilakukan pengembangan teknologi I/O untuk memudahkan interaksi manusia dan computer. Pengenalan Teknologi Mobile Computing, Mulai melakukan pengembangan Real Time Operating System pada PC dan Laptop, Server, Smartphone (mobile) dan tablet, serta pada super computer dan mainframe.

Lalu pengetahuan tentang system operasi yang aku dapat berikutnya adalah tentang Konsep dari system operasi itu sendiri. Konsep System operasi diantaranya :

1. Adanya Proses atau Job

Proses adalah program yang sedang di eksekusi. Contohnya : Executable Program.

2. Adanya System Call

a. Lebih dikenal dengan istilah API (Aplication Programming Interface)

b. System call adalah tata cara pemanggilan di program aplikasiuntuk memperoleh layanan system operasi.

c. System Call berupa program rutin dari system operasi itu sendiri.

3. Penanganan File (Berkas)

a. Identifikasi patch name dan working directory atau folder dari struktur berkas.

b. Mempunyai status RWT (Read, Write, dan Execute) bits protection program.

c. Memiliki File Descriptor : Status permission yang fungsinya untuk memproses file.

4. Shell (Prompt – command interpreter)

5. DeadLock (Untuk mengunci system operasi dari gangguan luar ataupun dalam).

Dan pengetahuan terakhir yang aku dapat dari kuliah umum yang berlangsung hingga pukul 16.00 tersebut adalah tentang struktur penyusun Sistem operasi.

Struktur Penyusun Sistem Operasi diantaranya :

1. Monolitchic

2. Layer

3. Virtual Machine

4. Micro Kernels (Client – Server)

Tak terasa Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 pada hari kamis 23 Desember kemarin, akhirnya kuliah umum tersebut pun ditutup dengan kalimat hamdalah serta selanjutnya pembagian sertifikat, tidak seperti seminar – seminar yang lainnya pada seminar kali ini aku mendapatkan sertifikat sekaligus seminar tersebut pun langsung disertakan pada student portofolio yang aku punya. Aku sangat bahagia mengikuti kuliah umum tersebut selain mendapatkan sertifikat aku pun banyak mendapatkan pengetahuan baru tentang system operasi. Sudah dulu yah tulisan ku hari ini, semoga pengetahuan yang aku terima, dapat menambah ilmu pengetahuan teman – teman juga yah. Akhir kata Assalamualaikum Wr.Wb.

Nama : Tatang Fanji Permana

NPM : 16110827

Kelas : 1KA25

Selengkapnya...

Sabtu, 25 Desember 2010

Religi - Syukur

SYUKUR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apa kabar teman – teman? Mudah – mudahan baik – baik saja y, dan tentunya agar rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT tidak dicabut olehnya, Jika itu terjadi kita semua tentunya tidak apa – apanya karena beliau lah tuhan semesta alam yang berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini. Dari situlah kita harus bersyukur atas rahmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada kita, eh tapi tunggu dulu, apakah teman – teman tahu apa arti kata dari bersyukur itu? Dari berbagai sumber yang aku baca Bersyukur itu berasal dari kata syukur yang artinya sendiri adalah menerima segala sesuatu yang di berikan oleh Allah SWT untuk diri kita, tanpa ada keluh sedikitpun dari diri kita.

Dari pengertiannya berarti syukur itu datangnya dari dalam diri dan hati kita, tanpa ada rasa keluh kesah dari dalam hati kita, tapi aku rasa hal itu sangat sulit dilakukan oleh manusia mengingat sifat asli manusia yang tidak mempunyai rasa puas walaupun telah memiliki segalanya untuk hidupnya, manusia masih merasa yang dimilikinya kurang sehingga mereka melupakan syukur itu, dan akhirnya menjadi takabur dengan rasa egoisnya tersebut.

Hal itu aku akui, walaupun telah mendapatkan sesuatu yang aku inginkan aku selalu merasa kurang, apakah aku termasuk orang yang egois tersebut? Aku akui memang aku sedikit egois, tapi bukan berarti aku melupakan rasa bersyukur ku kepada Allah SWT tuhan semesta alam, aku sangat bersyukur Karena Allah sangat baik terhadapku, sehingga aku tidak hidup dalam kekurangan hingga menjelang 19 tahun aku hidup di dunia ini.

Walaupun ketika mendapat cobaan berat aku hampir berputus asa hingga aku menyalahkan Allah SWT tidak adil terhadapku, ternyata semua itu salah Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi batas kemampuan umatnya tersebut, berpegang dari filosofi tersebut sejak itu aku yakin atas segala cobaan yang ada pada hidupku adalah karena Allah saying kepada ku, dan ingin aku menjadi manusia yang kuat dan berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Banyak cara yang aku lakukan untuk menunjukkan rasa syukurku terhadap Allah SWT, mulai dari mengucapkan kalimat hamdallah, bersujud syukur, melakukan nazar, dsb. Tetapi semua itu berasal dari hati kita sendiri apakah hati kita benar – benar tulus menerima tanpa ada rasa keluh yang tersisa, itulah the real arti syukur menurut ku bukan cara kita menunjukkan rasa syukur itu dari luar, tetapi dari dalam karena Allah maha tahu akan segala hal termasuk akan halnya dengan hati kita.

Jika kita mensyukuri apa yang kita punya dengan tulus dan ikhlas, Insya Allah tuhan akan menambahkan rahmat, karunia, ataupun rezeki yang telah ia siapkan untuk kita, jadi mulai hari ini cobalah bersyukur atas semua yang kalian punya jangan mengeluh sedikitpun jika mendapatkan cobaan, Karena cobaan itu diberikan oleh Allah untuk menguji kesungguhan kita akan nikmat yang telah Allah SWT berikan untuk kita dan untuk mendidik kita agar kita menjadi orang yang kuat dimata Allah, serta cobaan yang datang dari Allah pasti kita bisa lewati dengan baik jika kita ikhlas dan bersyukur menerima cobaan tersebut, Karena cobaan yang Allah berikan tidak lah melebihi dari kekuatan yang kita punya.

Di akhir tulisan, aku berharap tulisan ini dapat menumbuhkan rasa bersyukur di hati teman – teman pembaca sekalian yang di rahmati oleh Allah SWT. Bila hi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum. Wr. Wb.

Nama : Tatang Fanji Permana

NPM : 16110827

Kelas : 1KA25

Selengkapnya...

Jumat, 24 Desember 2010

ILMU PENGETAHUAN - Pencemaran Air OLeh Limbah B3 (Oli) di Perairan Tanjungancang Kepulauan Riau

PENCEMARAN AIR OLEH LIMBAH B3 (OLI) DI PERAIRAN TANJUNGANCANG KEPULAUAN RIAU

BAB I

PENDAHULUAN

Pencemaran lingkungan di Indonesia akhir – akhir ini sudah sangat memprihatinkan, dilihat dari pengertian atau definisinya pencemaran menurut Undang – Undang nomor 23 tahun 1997, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.

Dari definisinya yang menurut undang – undang tersebut pencemaran masih dapat disederhanakan kembali dengan melihat adanya tiga unsur dalam masalah pencemaran yaitu sumber perubahan akibat kegiatan manusia atau proses alam, bentuk perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu bahan dalam lingkungan dan merosotnya fungsi lingkungan untuk menunjang kehidupan.

Pencemaran sering pula diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk pola pengelompokannya. Pengelompokan menurut jenis bahan pencemar menghasilkan pencemaran biologis, kimiawi, fisik dan budaya. Pengelompokan menurut medium lingkungannya dapat menghasilkan pencemaran udara, air, tanah, makanan dan sosial sedangkan pengelompokan menurut sifat sumber bisa menghasilkan pencemaran primer dan pencemaran sekunder.

Dari pengelompokan berbagai macam pencemaran tersebut, pencemaran lingkungan yang banyak terjadi di Indonesia adalah pencemaran udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, dan kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan. Pencemaran air yang banyak disebabkan oleh kebocoran dan pembuangan bahan kimia ke dalam sumber air, dan disebabkan juga oleh ulah para manusia yang kurang peka akan kondisi lingkungannya yang sudah semakin rusak ini. Tetapi di dalam tugas paper ini saya hanya akan khusus membahas tentang pencemaran air yang cukup banyak terjadi juga di Negara Indonesia ini.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Disini saya akan lebih membahas tentang Pencemaran air, kita sama – sama tahu bahwa air adalah sesuatu kebutuhan yang sangat penting bagi umat manusia. Dilihat dari definisinya pencemaran lingkungan yaitu masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Demikian pula dengan lingkungan air yang dapat pula tercemar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau zat yang membahayakan bagi kesehatan. Air dapat dikatakan tercemar apabila kualitasnya turun hingga ketingkat yang membahayakan sehingga tidak layak lagi digunakan sebagaimana fungsinya, serta tidak layak digunakan oleh manusia di dalam kehidupan sehari – hari.

Berdasarkan PP no 82 tahun 2001 pasal 8 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, klasifikasi dan kriteria mutu air ditetapkan menjadi 4 kelas yaitu:

Kelas 1 : yaitu air yang dapat digunakan untuk bahan baku air minum atau peruntukan lainnya mempersyaratkan mutu air yang sama

Kelas 2 : air yang dapat digunakan untuk prasarana/ sarana rekreasi air, budidaya ikan air tawar, peternakan, dan pertanian

Kelas 3 : air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan air tawar, peternakan dan pertanian

Kelas 4 : air yang dapat digunakan untuk mengairi pertanaman/ pertanian

Beberapa parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas air diantaranya adalah :


-

DO (Dissolved Oxygen)


-

BOD (Biochemical Oxygen Demand)


-

COD (Chemical Oxygen Demad), dan


-

Jumlah total Zat terlarut

Parameter pertama yang digunakan untuk menentukan kualitas air, yaitu

1. DO (Dissolved Oxygen) / (Oxygen Terlarut)

Yang dimaksud adalah kandungan oksigen yang terlarut di dalam air baik dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Tentu saja air dengan oksigen yang terkandung di dalamnya adalah air yang kualitasnya baik karena semua makhluk hidup yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang, dan hewan – hewan lainnya serta mikroorganisme seperti bakteri, dan sebagainya.

Agar makhluk hidup di air dapat hidup, minimal kandungan oksigen di dalam air tersebut adalah paling sedikit 5mg/L atau 5 ppm (Part Per Milion). Jika kandungan oksigen di air kurang dari 5 ppm, ikan akan mengalami gangguan pernafasan dan akhirnya mati, tetapi bakteri yang kebutuhan jumlah oksigen terlarutnya kurang dari 5 ppm akan terus berkembang.

2. BOD (BioChemical Oxygen Demand)

BOD atau (BioChemical Oxygen Demand) artinya kebutuhan jumlah oksigen biokimia yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi reduksi – oksidasi (Redoks) oleh bakteri. Maksudnya air yang mengandung semakin banyak bahan organik di dalamnya, semakin besar B.O.D nya dan kandungan oksigen terlarut di dalam air tersebut akan semakin kecil. Air bersih / air yang layak dikonsumsi adalah air yang kandungan B.O.D nya kurang dari 1 mg/L atau 1 ppm, jika kandungan B.O.D sebuah mata air sudah lebih besar dari 4 ppm, maka mata air tersebut sudah bisa dikatakan sebagai mata air tercemar.

3. COD (Chemical Oxygen Demand)

COD (Chemical Oxygen Demand) secara garis besar sama dengan BOD (Biochemical Oxygen Demand) yaitu yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi kimia oleh bakteri. Pengukuran COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulan dibaningkan dengan pengujian BOD.

Keunggulannya antara lain :

Sanggup menguji air limbah beracun yang tidak dapat diuji dengan BOD karena bakteri akan mati.

Waktu pengujiannya lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam.

4. Zat Padat Terlarut

Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran. Air yang bersih adalah jika tingkat D.O nya tinggi, sedangkan B.O.D dan zat padat terlarutnya rendah.

Berdasarkan judul yang saya ambil dalam paper kimia ini, yaitu Pencemaran Air Laut Di Tanjunguncang akibat tumpahan limbah oli PT Drydoks Pertama.

Saya pun akan membahas pula jenis limbah B3, karena oli adalah merupakan contoh dari limbah B3, jadi tidak lengkap rasanya bila saya tidak membahas tentang limbah B3 pada paper ini.

B3 merupakan ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup, sehingga memerlukan penanganan dan teknik khusus untuk mengurangi atau menghilangkan bahayanya.

B3 ini tidak dapat dikelola seperti mengelola sampah kota yang biasanya menggunakan kendaraan sampah, tempat pembuangan akhir atau pembakaran dengan alat pembakar sampah kota, hal ini disebabkan:

1. B3 mengandung zat beracun yang apabila tercuci dapat mencemarkan air permukaan dan air tanah disekitar tempat penanamannya yang akibatnya dapat menimbulkan penyakit dan dapat meracuni masyarakat yang menggunakan air tersebut.

2. B3 dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan baik dalam pengangkutan sampah maupun dilokasi pembuangan akhir.

3. B3 dapat membakar kulit jika tidak ditangani dengan hati-hati dan aman.

4. B3 dapat menghasilkan gas beracun yang dapat terhirup oleh masyarakat yang bermukim dis sekitar lokasi pembuangan akhir.

5. B3 dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan antara petugas dan masyarakat yang bermukim disekitarnya.

Di atas telah saya jelaskan dampak yang dapat ditimbulkan oleh limbah B3, dan dari situ sama – sama telah kita ketahui bahwa limbah B3, sangat berbahaya bagi masyarakat luas bila tercampur dengan air. Di Bab selanjutnya saya akan memberikan contoh kasus pencemaran Limbah B3 (Tumpahan Oli) Yang pernah terjadi di Indonesia.

BAB III

STUDI KASUS

Tumpahan Oli PT Drydoks Pertama di Tanjungancang

Pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2009, berton – ton limbah B3 (Oli) milik PT Drydoks Pertama terjadi di perairan Tanjungguncang, Kepulauan Riau. Akibat tumpahnya limbah B3 (Oli) tersebut mencemari perairan Tanjunguncang tersebut. Peristiwa itu berawal dari meledaknya tangki penyimpanan oli bekas milik PT Drydoks Pertama tersebut, Perusahaan tersebut diduga lalai dalam mengawasi pengelolaan Limbah sehingga peristiwa itu dapat terrjadi. Pihak Bapedalda Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung mengambil sampel limbah untuk dilakukan diuji laboratorim. Selain itu, pihak kepolisian dan KPLP juga turun ke lokasi.

Manager PT Drydocks Pratama, Suryono, kepada wartawan mengatakan, terjadinya tumpahan oli karena adanya kemiringan tempat penampungan sehingga oli sempat tumpah ke laut. Pihak perusahaan juga melakukan tindakan pencegahan untuk menjamin agar tumpahan oli tidak sampai mencemari laut dan membahayakan warga. Tindakan pencegahan yang dilakukan diantaranya adalah dengan memasang beberapa pelampung agar oli tidak menyebar dan menggunakan cairan kimia untuk memisahkan oli dengan air laut.

Tumpahan limbah berbahaya dari PT Drydocks Pertama Tanjunguncang kontan mendapat keluhan dari masyarakat setempat. Mereka menyayangkan keteledoran perusahaan membuat peraiaran tempat mereka menangkap ikan tercemar. Dampak tumpahan berton-ton oli bekas itu dirasakan nelayan Pulau Bertam, Pulau Lingka, Pulau Gara dan Pulau Seraya. Limbah sempat menyebar ke perairan pulau tersebut.

Nelayan sangat merasakan hasil tangakapan ikan bilis. Padahal setiap bulan Oktober, November dan Desember, adalah waktu keluarnya ikan bilis. Ada sekitar 300 nelayan yang menggantungkan hidup menangkap ikan bilis. Biasanya, setiap hari nelayan bisa menangkap ikan bilis dengan jumlah yang cukup lumayan hingga Rp 5 juta sekali turun ke laut. Namun dua hari belakangan nelayan hanya dapat hasil tangkapan senilai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu sekali turun ke laut.

Kasat II Ditreskim Polda Kepulauan Riau menyatakan tidak ada faktor kesengajaan dalam peristiwa tumpahnya limbah berbahaya tersebut. Peristiwa ini terjadi murni karena tiang tangki tidak mampu lagi menyangga beban limbah oli bekas yang disimpan di dalamnya.

Selain merugikan para nelayan, akiba kelalaian perusahaan tersebut terhadap pengelolaan Limbah B3 dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan biota air. Karena limbah B3 (Oli) mempunyai sifat yang beracun, Hal ini berdampak buruk bagi lingkungan perairan dan biota air yang telah ketumpahan oli bekas tersebut. Selain merugikan para nelayan, limbah tersebut membahayakan bagi masyarakat sekitar. Jika Ikan hasil tangkapan dari perairan yang tercemar limbah B3 (Oli) tersebut itu dikonsumsi oleh manusia, dikhawatirkan akan timbul bahaya bagim kesehatan, seperti gangguan saluran pernafasan, rasa ,mual, muntah, sakit kepala, iritasi mata, gangguan jantung, hati, ginjal, dsb.

Selengkapnya...