Pages

Tampilkan postingan dengan label SoftSkill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SoftSkill. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Hidup itu? Belajarlah dari Gunung dan Pendakinya



Hidup itu? Belajarlah dari Gunung dan Pendakinya
           
Assalamualaikum..

          Akhirnya setelah melewati seminggu setelah tulisan yang terakhir mengenang awal perjalanan saya di program sarmag, saya kembali sempat untuk menulis. Yah, kali ini saya tertarik untuk mengeluarkan isi pikiran saya mengenai gunung. Gunung merupakan dataran yang tinggi, walaupun tidak selalu dingin dan dikelilingi pohon – pohon yang rindang gunung tetaplah salah satu panorama alam yang ciptaan Allah yang paling indah untuk menghiasi dunia ini. Bayangkan, dunia ini akan semakin gerah jika tanpa gunung yang ditumbuhi oleh pohon – pohon yang rindang, manusia tak akan merasakan udara sejuk yang tak mereka temui di kota metropolitan. Lalu, bayangkan betapa datarnya dunia bila tanpa gunung yang menjulang tinggi di dalamnya. Tidak akan ada pemandangan indah di bumi tercinta ini. Sungguh Allah sangat baik dengan melukiskan gunung di bumi ini. :)

          Disini saya akan mengajak teman – teman sekalian untuk mengambil pelajaran dari gunung. Pelajaran apa itu yah? Hmm.. Tepatnya pelajaran kehidupan, bagaimana kita mengambil hikmah dari gunung dan pendakinya. Para pendaki gunung tentu tahu setinggi apa tujuan yang akan mereka capai saat mereka akan mulai mendaki, dengan banyak rintangan yang akan mereka hadapi tentunya disaat proses mendaki, tentu mereka bukanlah tipe orang yang mudah menyerah. Mereka tahu untuk mencapai suatu tujuan dan keindahan bukanlah merupakan hal yang mudah, perlu perjuangan, kekuatan dan keberuntungan, karena di dalam sebuah perjuangan siapa yang kuat dalam bertahan dan siapa yang beruntung lah yang akan survive dan sukses dalam melewati ujian. Ketika mereka sampai dipuncak mereka bisa merasakan buah dari perjuangan yang mereka lakukan, bukanlah merupakan sebuah hal yang sia – sia dan hanya untuk mengantarkan nyawa belaka. Mereka bisa memperoleh keindahan, kepuasan, serta bisa lebih dekat dengan Allah SWT sang maha pencipta. Tanpa disadari banyak hal yang bisa kita ambil dari gunung dan pendakinya kawan. :)


          Berdasarkan analisis yang saya renungkan dari pikiran saya, pelajaran pertama adalah di dalam hidup kita harus melihat keatas untuk benar – benar mengetahui apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya dan kita bisa memperkirakan bagaimana cara untuk meraih tujuan tersebut. Pelajaran kedua, Di dalam hidup itu tidak ada yang instant dan mudah dalam memperoleh suatu tujuan kita, butuh perjuangan, kekuatan, dan keberuntungan di dalam hidup kita. Karena ujian kehidupan di dunia ini keras dan dibutuhkan perjuangan untuk melewatinya, dan yang kuat serta beruntunglah yang survive dari ujian kehidupan kita yang sebenarnya untuk memperoleh tujuan serta keindahan itu. Pelajaran ketiga, Keindahan itu akan datang tepat pada waktunya.. :) Setelah melewati proses panjang serta pengorbanan yang tidak ternilai maka semua itu terbayar dengan memperoleh sebuah keindahan dan menikmatinya untuk beberapa saat dan tentunya menjadi kepuasan tersendiri bagi kita. Pelajaran keempat, disini gunung sebagai ciptaan Allah mengajarkan para pendakinya untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan sang maha pencipta kepada mereka. Kita harus melihat kebawah disaat kita sudah benar – benar di puncak tujuan yang merupakan puncak kesuksesan di dalam hidup kita. Karena kita benar – benar tahu bagaimana beratnya perjuangan untuk sampai ke puncak tersebut dan apakah kita akan melepaskannya begitu saja? Bagiku tentu saja tidak..  :)

          Baiklah semoga teman – teman pembaca bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tulisan ini, semoga tulisan ini bermanfaat. Terus semangat, dan berjuang di dalam hidup ini karena keindahan menanti kita dibalik semua ini. :)
                                                                             Wassalamualaikum..
Selengkapnya...

Selasa, 04 Oktober 2011

Tugas Teori Organisasi Umum 1

TEORI ORGANISASI UMUM
ORGANISASI LABA

I. PENDAHULUAN

Jika mendengar kata organisasi apa yang pertama kali terlintas dipikiran teman – teman sekalian ? Pasti teman – teman langsung berpikir bahwa organisasi adalah kegiatan yang di lakukan secara berkelompok dimana semua orang yang ada di kelompok tersebut memiliki misi untuk mencapai satu tujuan yang sama. Secara garis besar itulah definisi dari organisasi yang dapat saya kemukakan. Disini saya akan lebih jauh membahas tentang dua jenis organisasi yaitu organisasi Laba (profit) dan Organisasi Non Laba (Non Profit), beserta contoh study kasus berupa perusahaan yang mengusung Organisasi Laba (Profit). Organisasi Laba adalah organisasi yang pada masa operasi nya bertujuan untuk mencari keuntungan atau bersifat komersil. Sedangkan untuk Organisasi Non Laba sebaliknya mereka merupakan suatu organisasi atau perkumpulan yang pada masa operasi nya tidak bertujuan untuk mencari keuntungan dengan kata lain mereka tidak bersifat komersil, contohnya seperti organisasi yang bergerak pada bidang sosial misalnya pada bidang bantuan kemanusiaan, dsb. Baiklah disini saya akan memilih tema yang pertama yaitu Organisasi Laba sebagai pokok bahasan saya pada tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum kali ini.


II. TEORI


Seperti disebutkan pada pendahuluan di atas saya akan membahas tentang organisasi Laba. Sebagai contoh saya akan menggunakan PT KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) yang bergerak pada bidang jasa transportasi massal yang beroperasi di daerah metropolitan ini. Seperti kita ketahui pada zaman global seperti ini makin pesat pertumbuhan ekonomi di kota – kota besar utamanya di daerah Jakarta dan Sekitarnya. Untuk itu dibutuhkan alat transportasi massal yang handal untuk mengantar para commuter (penglaju) dari dan ke tempat tujuan secara cepat, nyaman, dan aman. Ini yang melandasi terbentuknya PT KCJ. Untuk meningkatkan pelayanan kereta commuter yang beroperasi di daerah jabodetabek. Untuk merealisasikan hal itu, maka pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi UU No. 13/1992 yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 2008 PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pemisahan Divisi Jabotabek menjadi PT Kereta Api Commuter Jabotabek (KCJ) untuk mengelola kereta api penglaju di daerah Jakarta dan sekitarnya. selama tahun 2008 jumlah penumpang melebihi 197 juta. Pemberlakuan UU Perkeretaapian No. 23/2007 secara hukum mengakhiri monopoli PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengoperasikan kereta api di Indonesia. Secara teori baik ditinjau dari segi hukum dan ekonomi ada beberapa teori yang menjelaskan tentang hubungan antara Induk atau Holding perusahaan dengan Anak perusahaan. Diantaranya sebagai berikut :
KEMANDIRIAN ANAK PERUSAHAAN SECARA YURIDIS
Dalam menelaah kedudukan dan fungsi perusahaan holding, penting juga ditinjau hal tersebut dari segi kemandirian anak perusahaannya. Dalam arti sejauh mana anak perusahaan dapat mempertahankan kemandiriannya dari ikut campurnya pihak perusahaan holding, baik dalam posisinya sebagai induk perusahaan, maupun dalam kedudukannya sebagai pemegang saham pada anak perusahaan. Untuk itu akan ditinjau kedudukan anak perusahaan sebagai badan hukum mandiri. Selanjutnya kenyataan bahwa grup perusahaan sebagai suatu kesatuan ekonomi, dan bagaimana peran serta dan ikut campurnya pihak perusahaan holding ke dalam manajemen anak perusahaan itu sendiri.
1. Kedudukan Anak Perusahaan Sebagai Badan Hukum
Seperti juga perusahaan holding yang merupakan suatu badan hukum (legal entity) yang mandiri dan terpisah dengan badan hukum lainnya, maka anak perusahaan juga pada umumnya berbentuk Perseroan Terbatas, yang tentu juga mempunyai kedudukan yang mandiri. Sebagai badan hukum, maka anak perusahaan merupakan penyandang hak dan kewajiban sendiri. Dan juga mempunyai kekayaan sendiri, yang terpisah secara yuridis dengan harta kekayaan pemegang sahamnya. Tidak kecuali apakah pemegang sahamnya itu merupakan perusahaan holding ataupun tidak.
Berdasarkan prinsip kemandirian badan hukum tersebut, maka pada prinsipnya secara hukum (yang konvensional), maka perusahaan holding dalam kedudukannya sebagai induk perusahaan tidak punya kewenangan hukum untuk mencampuri manajemen dan policy anak perusahaan.
Menurut teori ilmu hukum (yang konvensional) maka keterlibatan perusahaan holding terhadap bisnisnya anak perusahaan hanya dimungkinkan dalam hal-hal sebagai berikut:
(a) Melalui direktur dan komisaris yang diangkat oleh perusahaan holding sebagai pemegang pemegang saham,sejauh tidak bertentangan dengan anggaran dasar perusahaan.
(b) Melalui hubungan yang kontraktual. Juga sejauh tidak bertentangan dengan anggaran dasar perusahaan.
2. Grup Perusahaan Sebagai Kesatuan Ekonomi
Merupakan fakta yang tidak terbantahkan bahwa melalui approach dari segi ekonomi, maka grup perusahaan secara keseluruhan, di mana di dalamnya terdapat induk dan anak perusahaan, dianggap merupakan suatu kesatuan. Hal yang demikian berlaku, baik terhadap grup investasi maupun terhadap grup manajemen. Karena merupakan suatu kesatuan ekonomi maka grup perusahaan mestinya dikomandokanpula oleh perusahaan holding. Hanya saja erat longgarnya sentralisasi manajemen oleh perusahaan holding pada kenyataannya bervariasi, mengikuti bentuk grup yang bagaimana yang dipilih oleh perusahaan holding.
Dalam grup perusahaan manajemen sentalisasi pengaturannya cukup ketat, sementara dalam grup investasi pengaturan oleh perusahaan holding cukup longgar. Demikian pula wewenang dan peran yang dimainkan oleh perusahaan holding dalam grup perusahaan yang tersentralisasi jauh lebih ketat dibandingkan dengan yang terdapat dalam grup perusahaan yang menganut prinsip desentralisasi.
Jika melalui pendekatan ekonomi suatu kelompok perusahaan dianggap merupakan suatu kesatuan, maka lain halnya apabila dilakukan pendekatan dari segi hukum. Ilmu hukum (yang konvensional) mengajarkan bahwa sebagai badan hukum, maka masing-masing anak perusahaan maupun perusahaan holdingnya berkedudukan terpisah atau sama lain. kalaupun dicari benang merah yang menghubungkan satu anak perusahaan dengan anak perusahaannya lainnya, ataupun dengan perusahaan holding, paling-paling hanya lewat kedudukan dan peran yang dimainkan oleh para pemegang sahamnya. Yakni lewat mekanisme Rapat Umum Pemegang saham, yang secara yuridis memang mempunyai kedudukan tertinggi dan menentukan dalam suatu perusahaan. Atau dapat juga benang merah tersebut diciptakan lewat ikatan-ikatan kontraktual yang bersifat temporer, sejauh tidak bertentangan dengan anggaran dasar perusahaan.
Dengan demikian jelaslah bahwa pendekatan ekonomi terhadap hubungan antara perusahaan-perusahaan dalam suatu grup perusahaan konglomerat ternyata berbeda dengan pendekatan dari segi hukum. Di satu pihak, pendekatan ekonomi lebih dilatarbelakangi dan di dadasari oleh kebutuhan kebutuhan dalam praktek bisnis, jadi lebih praktis dan pragmatis, sementara pendekatan yuridis lebih bersifat konvensional, sehingga lebih teoritis.
Tentu saja perbedaan pandangan dari sektor ekonomi dan sektor hukum ini tidak reasonable untuk dipertahankan terus. Titik temu di antara keduanya tentu harus dicari, karena hal tersebut merupakan kebutuhan manusia dalam berbisnis.
1. Campur Tangan Perusahaan Holding Ke Dalam Bisnis Anak Perusahaan
Karena adanya fenomena dalam dunia bisnis bahwa grup usaha konglomerat cenderung dianggap sebagai suatu kesatuan ekonomi, maka implikasinya ke dalam sektor hukum antara lain berupa diterobosnya batas-batas kemandirian badan hukum dari anak perusahaan maupun perusahaan holding. Sebagai konsekwensi logis, berkembanglah teori-teori hukum tentang :
(a) Ikutnya ditarik perusahaan holding, maupun anak perusahaan lain dalam satu grup dalam hal-hal tertentu untuk mempertanggungjawabkan perusahaan hukum yang dilakukan oleh salah satu atau lebih anak perusahaan.
(b) Berwenangnya pihak perusahaan holding dalam batas-batas tertentu untuk mencampuri urusan bisnis anak perusahaan.
Karena itu, di samping ikut campur perusahaan holding ke dalam bisnis anak perusahaan lewat sarana-sarana yuridis yang konvensional, yaitu secara yuridis yang konvensional, yaitu secara organik (penunjukan organ perusahaan), atau secara kontraktual, maka dalam batas-batas tertentu hukum harus pula mentolerir ikut campur perusahaan holding tersebut secara non konvensional. Misalnya dalam hal sentralisasi terhadap penentuan policy perusahaan, manajemen dan keuangan.

III. PEMBAHASAN


Dari teori yang telah saya sertakan diatas tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan diantaranya sebagai berikut :

Kelebihan

Dengan terbentuknya anak perusahaan (PT KCJ) tentunya akan lebih leluasa dalam mengatur strategi bisnis yang akan mereka gunakan, seperti pengadaan KRL baru, perbaikan sarana dan prasarana (dalam hal ini seperti stasiun, pembangunan gardu listrik aliran atas, dan sarana pendukung lainnya) tanpa harus menunggu instruksi yang di perintahkan dari pihak pusat (PT KAI). Walaupun keuntungan dari PT KCJ sendiri akhirnya sebagian akan di setorkan kepada PT KAI sebagai induk perusahaan.

Kekurangan

Tentunya sistem induk dan anak perusahaan pun mempunyai kekurangan juga, dimana pada saat beroperasi rangkaian milik PT KAI lebih di prioritaskan dibandingkan rangkaian milik PT KCJ. Contohnya pada saat beroperasi Kereta Api jarak jauh pasti selalu mendahului Kereta Commuter yang akhirnya membuat lalu lintas perjalanan Kereta ini jadi sedikit terhambat bahkan tidak jarang terlambat hingga rentang waktu 15 sampai 60 menit. Hal ini yang sering di keluhkan oleh para commuter (penglaju) seperti saya juga tentunya.

Saya pikir kelebihan dan kekurangan dari sistem ini dapat saling menutupi, dengan sarana dan prasarana yang memadai ditambah dengan rencana PT KAI dan PT KCJ yang akan bekerja sama untuk membangun jalur double track untuk rute Manggarai – Cikarang dan Manggarai – Bogor, Insya Allah kekurangan dari sistem ini dapat segera teratasi.

REFERENSI


1. http://id.wikipedia.org/wiki/PT_Kereta_Api_Indonesia
2. http://kuliahonline.unikom.ac.id/?listmateri/&detail=2966&file=/ANAK-PERUSAHAAN.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_nirlaba
4. www.google.co.id

Nama : Tatang Fanji Permana
NPM : 16110827
Kelas : 2KA24
Selengkapnya...

Jumat, 24 Juni 2011

Tulisan Bebas

TAK PERLU CINTA YANG LAIN

Akhirnya setelah sekian lama fakum dari kegiatan blogger aku mulai lagi nih, seiring dengan kegiatan perkuliahan yang mulai berkurang intesitasnya (sok sibuk nih ceritanya) hehehe.. Oke aku mulai yah dengan artikel santai yang mengawali kembali nya aku ke dunia blogger ku.. :)
Aku pilih tema tentang cinta dan hati, jujur gara – gara masalah ini aku hampir terperosok ke masa zahiliyah ku.. :( Sebagai manusia tentu saja aku (eh bukan hanya aku deh, kamu dan semua nya juga) butuh rasa cinta, dan pasti nya pernah dong merasakan cinta.. baik itu mencintai ataupun dicintai.. Betapa indahnya ketika rasa cinta itu datang menghiasi hati dan pikiran kita.. :)
Eits, tetapi tunggu dulu bagaimana yah jika kita hanya mencintai tetapi tidak dicintai oleh “sang target”? Pasti ada rasa kecewa yang timbul ketika rasa itu kita alami, nah teman – teman ini rasa yang aku alami saat ini, rasa nya membuat jiwaku menjadi tidak tenang dan tidak nyaman dalam menjalani kehidupan ini lagi tanpa dia di sisiku (lebay) hehehe..
Tetapi justru aku mendapat banyak pelajaran dalam pengalaman ini.. Saat ini aku merasa malu kepada Allah yang sangat mencintai aku.. bagaimana mungkin Allah tidak cinta kepadaku? Bukti nya saat dari mulai terpejam hingga aku terpejam aku dapat kembali terjaga dari tidurku.. Aku dapat memperoleh semua yang aku miliki itu juga karena Allah.. Dan yang terpenting Allah telah memberikan aku kesempatan untuk melihat indah nya dunia, dan wajah wanita terindah itu.. :) dengan semua bukti cinta yang telah Allah berikan kepadaku tetapi masih saja aku berpaling dan bahkan aku berpaling kepada ciptaannya.. Ya Allah jujur aku merasa sangat malu.. :(
Alhamdulillah aku tersadar dari khayalan semu ku tentang cinta dan semua ini, sekarang aku merasa tak perlu cinta yang lain saat ini karena cinta Allah kepadaku sudah lebih cukup saat ini.. :)
My greet
Tatang Panji Permana..
Selengkapnya...

Senin, 09 Mei 2011

Bab 9 - Manusia dan Harapan


BAB IX
MANUSIA DAN HARAPAN
9.1 PENDAHULUAN
Satu hal lagi yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia yaitu harapan. Setiap manusia pasti memiliki harapan, Manusia yang tanpa harapan berarti manusia yang sudah mati dalam hidupnya. Manusia yang akan meninggal pun mempunyai harapan berupa pesan – pesan yang ditujukan untuk orang – orang yang akan ditinggalkannya. Terwujud atau tidaknya harapan seseorang manusia tergantung usaha yang dilakukan oleh manusia tersebut dalam mewujudkan harapan tersebut. Bedanya harapan dengan cita – cita adalah harapan lebih sederhana daripada cita – cota yang biasanya terlalu muluk – muluk dan tidak masuk akal. Harapan harus sesuai dengan kepercayaan, baik kepercayaan terhadap diri sendiri maupun kepercayaan terhadap tuhan. Pada bahasan kali ini saya akan membahas tentang 3 teori kebenaran dalam harapan.

9.2 TIGA TEORI KEBENARAN
Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :
1. teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.

2. teori korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh : Jakarta adalah Ibukota Republik Indonesia.

3. teori pragmatis’ Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal – hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar, Penerbit Gunadarma.

9.3 STUDI KASUS

Fir'aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala, menurut sejarah, ini Fir'aun dimasa Nabi Musa tercantum dalam Surat Al- Qashash ayat 38 menyebutkan : Ketika Fir'aun tidak kuasa lagi mendebat Musa. ia tetap bersikap sewenag-wenang berkata: " Wahai masyarakat sekalian, aku tidak mengetahui adanya Tuhan bagi kalian selain diriku" Kemudian ia memerintahkan mentrinya, Haman, untuk memperkerjakan oran-orang agar membuat bangunan dan istana yang tinggi agar Fir'aun dapat menaikinya untuk melihat Tuhan yang diserukan Musa, Maka dengan begitu Fir'aun dapat lebih yakin bahwa Musa termasuk dalam golongan para pendusta dalam anggapannya.
Fir'aun dan balatentaranya tetap angkuh dengan kebatilan di muka bumi, Maka Allah menenggelamkan Fir'aun dan balatentaranya dilaut merah utara, menurut sejarah setelah beberapa tahun, Allah menyelamatkan tubuh kasarnya dan terdampar dipinggir laut ditemukan oleh orang Mesir kemudian di balsem, masih utuh sampai sekarang ada di musium Tahrir yang berada di tengah kota Cairo.
Allah menyelamatkan tubuh kasar Fir'aun sebagai peringatan bagi manusia-manusia belakangan.


SUMBER : http://umihamid.multiply.com/journal/item/55/KISAH_FIRAUN

9.5 OPINI

Dalam kisah diatas terlihat sekali Firaun mendustai teori kenenaran yaitu teori koherensi. Yang menyebutkan semua makhluk ciptaan tuhan pasti mati. Firaun mengangap diri nya lah sebagai tuhan, maka dari itu dia dengan seenaknya bertindak dzolim kepada rakyatnya. Tetapi saat nabi Musa. AS datang dan menantang Firaun untuk membuktikan bahwa diri nya adalah tuhan, Firaun pun tidak bisa membuktikannya kepada nabi Musa dank arena mengangap nabi musa sebagai pendusta dan menyerukan kepada tentara – tentara nya untuk mengejar nabi Musa dan membunuh nya. Firaun jelas terlihat sangat sombong sebagai makhluk ciptaan Allah seharusnya dia sadar dia pun akan mati. Tetapi kekuasaan telah membutakannya dan mengangap diri nya sebagai tuhan yang paling berkuasa atas semua rakyat nya. Itu jelas menyalahi kehendak Allah dan Teori koherensi yang menyebutkan makhluk ciptaan tuhan pasti mati..
Selengkapnya...

Jumat, 22 April 2011

Tugas IBD - Manusia dan Kegelisahan



TUGAS IBD BAB VIII MANUSIA DAN KEGELISAHAN

8.1 PENDAHULUAN
Hidup manusia tidak bisa lepas dari kegelisahan, karena kegelisahan adalah suatu bagian dari kehidupan manusia. Kegelisahan menjadi teman manusia di saat mereka sedang mendapatkan berbagai masalah. Entah itu masalah yang besar ataupun masalah yang “ sepele” sekalipun. Pasti ada rasa gelisah di dalam hati manusia saat memikirkan masalahnya tersebut. Saat rasa gelisah itu datang pasti manusia merasa tidak nyaman dan mungkin tidak bisa berfikir jernih. Karena rasa gelisah sangat mengganjal hati seorang manusia. Untuk Lebih jelasnya pada tugas ini saya akan menjabarkan Pengertian dari ketidakpastian dan penyebab – penyebab terjadi nya ketidakpastian.


8.2 PENGERTIAN KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, dan tanpa asal – usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak tahu, tidak dapat ditentukan, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan yang tanpa asal – usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Ketidakpastian tentang lulus atau tidaknya dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu – tunggu membuat orang gelisah. Lulus atau tidaknya dalam ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan, karena status dan karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang lebih dahulu memenuhi persayaratan tersebut.

8.3 Macam – Macam Penyebab Terjadinya ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsangan-rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsangan-rangsangan baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.

Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neuroso jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Contoh :
Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat terpikir olehnya ada kawan yang ingin menjatuhkannya. Pikiran itu tidak hilang, tetapi justru menjadi-jadi. Apalagi setelah ia merugi

2. Phobia
Ialah rasa takut yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3. Kompulasi
Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali
Contoh :

keinginan untuk mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat
baginya, dan andaikata ingin membeli, mampu juga dia (kleptomania)
keinginan minum-minuman keras, orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung

4. Histeria Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain

5. Delusi
Menunjukan pikiran yang kurang beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
Delusi ini ada tiga macam, yaitu:
a. Delusi perkusi: menganggap keadaan sekitarnya jelek. Seseorang yang mengalami delusi perkusi tidak mau mengenal tetangga kiri kanan karena menganggap jelek.
b. Delusi keagungan: menganggap dirinya orang penting dan besar, orang seperti itu biasanya gila hormat. Menganggap orang-orang sekitarnya sebagai orang-orangtidak penting, akhirnya semua orang menjauhi juga
c. Delusi melancholis: merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium trements , hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-oto tak berkuasa lagi.
Contoh :
Pak Joyo orang kampung pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk diminta kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia gemetar, keringat dingin mengucur, ditanya ini itu tak bisa menjawab, mulutnya gemetar. Akhirnya jaksa tak memperoleh kesaksian apa-apa darinya.

Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar, Penerbit Gunadarma.


8.4 STUDI KASUS


Ketidakpastian dapat timbul dengan disebabkan oleh berbagai hal yang ada diatas. Pada study kasus ini saya akan memberikan contoh Munculnya ketidakpastian akibat Phobia.
Secara umum, phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk ngejauhin sesuatu yang ditakuti itu. Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang. Phobia terjadi karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis.

Triskadeikaphobia
Phobia jenis ini adalah jenis phobia yang penderitanya takut akan angka 13. Penderita phobia jenis ini adalah Pemimpin Gerakan Nazi Jerman barat Adolf Hitler dan Penyannyi serta pencipta lagu John Meyer. Memang kedengarannya tidak logis takut akan sebuah angka, tetapi itu bukan hal yang tidak mungkin juga Sebab Adolf Hitler dan John Meyer sangat Anti akan angka 13, Hitler mempunyai 14 Pesawat Tempur Nazi Tetapi dia menghindari seri pesawat tempur bernomor he-0013 dan dia lebih memilih nomor pesawat he-0012-2 untuk pesawat tempur ke 13 nya. Sedangkan Pada album John Meyer yang sebenarnya hanya mempunyai 13 track tapi dia mengosongkan track nomor 13 nya dan mengisi track nomor 13 nya tersebut dengan suara hening selama 0,2 detik. Begitu juga pada balapan mobil formula 1 (F1) yang sampai saat ini tidak memperbolehkan seorang pembalapnya menggunakan nomor mobil 13. FIA yaitu organisasi induk balapan mobil jet darat tersebut melarang seorang pembalapnya menggunakkan nomor mobil 13 karena nomor tesebut mempunyai sejarah kelam di ajang formula 1. Semenjak Balapan ini dilaksanakan tahun 1950 an yang lalu, sudah ada 2 pembalap yang meninggal saat membalap menggunakan mobil nomor 13 ini, salah satunya merupakan pembalap legendaries Ayrton Senna.

Sumber : http://deepblue87.wordpress.com/2008/10/18/seputar-phobia/ http://deepblue87.wordpress.com/2008/10/18/pengertian-phobia/

8.5 OPINI

Ketidak pastian dan kegelisahan menyerang manusia tanpa memandang pangkat Seseorang yang akan di serangnya seperti contoh diatas Adolf Hitler yang merupakan pemimpin NAZI dan sangat ditakuti oleh dunia pun mempunyai hal yang ditakuti bahkan hal yang ditakutinya merupakan hal yang tidak cukup logis untuk ditakuti yaitu angka 13. Mungkin ada sejarah kelam dalam hidup Hitler ketika berhunungan dengan angka 13 nya tersebut. Seperti halnya FIA yang melarang pembalap formula 1 untuk menggunakan nomor mobil 13 karena sebelumnya sudah ada 2 pembalap yang meninggal di sirkuit dalam balapan. Tentunya dalam hidup kita pun jika ada pengalaman yang buruk dengan sesuatu hal kita pun akan merasa cukup takut saat berhadapan dengan situasi tersebut. Benarkan?
Selengkapnya...

Rabu, 23 Maret 2011

Tugas IBD - Manusia dan Pandangan Hidup

Tugas IBD - (BAB 6) Manusia dan Pandangan hidup
6.1.Pendahuluan

Setiap manusia pasti mempunyai keyakinan didalam diri nya masing-masing, walaupun berbeda-beda. Hal ini disebabkan Karna mereka mempunyai pandangan hidup yang berbeda pula. Contoh nya di negara kita ini, dari berbagai macam suku yang ada pasti diantara mereka mempunyai pandangan hidup nya masing-masing. Tetapi di bangsa kita ini walaupun banyak terdapat beraneka ragam budaya dan suku. Keragaman budaya bangsa Indonesia tetap diungkapkan dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang mengandung arti, meskipun bangsa Indonesia itu terdiri dari berbagai macam suku bangsa, budaya dan bahasa, tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia itu satu sebagai bangsa.

6.2 Pengertian Usaha atau Perjuangan
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus bekerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat sempurna. Apabila manusia bercita – cita menjadi kaya, ia harus kerja keras. Apabila manusia bercita – cita menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dengan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak / ilmu maupun dengan tenaga / jasmani, atau dengan kedua – duanya. Para Ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/pikirannya daripada tenaga/ jasmaninya. Sebaliknya para buruh, petani lebih banyak menggunakan jasmani dari pada otaknya. Para tukang dan para ahli lebih banyak menggunakan kedua-duanya otak dan jasmani dari pada salah satunya. Para politikus lebih banyak kerja otak dari pada jasmani, sebaliknya prajurit lebih banyak kerja jasmani dari pada otak.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia miskin, melarat, dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri.karena itu tidak boleh bermalas-malas, bersatai-santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia mengatur waktunya itu.
Dalam agamapun diperintahkan untuk kerja keras, sebagaimana hadist yang diucapkan Nabi Besar Muhammad S.A.W yang ditunjuk kepada para pengikutnya “Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok”.
Untuk kerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian / ketrampilan. Orang bekerja dengan fisik lemah memperoleh hasil sedikit, ketrampilan akan memperoleh penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai ketrampilan / keahlian. Karena itu mencari ilmu dan keahlian / ketrampilan itu suatu keharusan, Sebagaimana dinyatakan dalam ungkapan sastra “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat” dalam pendidikan dikatakan sebagai “Long life education”.
Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan (cinta kasih) antara sesama manusia, maka ketidak mampuan akan kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong menolong, bergotong royong. Apabila sistem ini diangkat ketingkat organisasi negara, maka negara akan mengatur usaha / perjuangan warga negaranya sedemian rupa, sehingga perbedaan tingkat kemakmuran antara sesama warga negara dapat dihilangkan atau tidak terlalu mencolok. Keadaan ini dapat dikaji melalui pandangan hidu /idiologi yang dianut oleh suatu negara.

6.3 TIGA ALIRAN FILSAFAT

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu
aliran naturalisme; hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada
aliran intelektualisme; dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah lakudan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh)
aliran gabungan. Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.

Sumber : Buku IBD, Penerbit Gunadarma.

6.4 STUDI KASUS

SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia
sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia
terus bermimpi dan bermimpi...

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda
selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor.
Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga
layak dijuluki "raja jalanan".

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro
Honda diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur,
lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI.
Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak
pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

"Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya
disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal
pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat
mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka
bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang
Tengah,ctempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi
cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di
tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor
penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya
ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun,
Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki.
Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar
berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan,
sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company.
Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti
dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap
oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja
disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21
tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu.
Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima
reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam
kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap
kreatif.

Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik
meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu
dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan
diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya
yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya,
membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang
dipilih?

Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh
bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh
Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak
lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap
kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya.
Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.
Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel,
mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun
menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti
kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,
melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan
pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya,
ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah.

Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh
malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak
memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari
sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang.
Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang
dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan
pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya,
sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah
itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini
kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat
menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan
terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda
motor" cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para
tetangga.

Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.
Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu,
kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut
mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang
melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat
99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda
mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang
dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari
keluarga miskin.

5 Resep keberhasilan Honda :
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu
memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda
senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Sumber : http://www.eryevolutions.co.cc/2010/11/kisah-kisah-perjuangan-orang-orang.html

6.5 OPINI

Melihat kisah sukses Honda di atas, yang selalu dipenuhi dan mengalami banyak kegagalan pasti kita sangat termotivasi melihat dan membaca kisahnya untuk menjadi seperti sekarang ini. Tetapi mimpi dan usaha serta perjuangannya yang tidak pernah mengenal kata menyerah membuat Honda perlahan dapat menggapai kesuksesannya, meskipun harus berkali – kali jatuh ke lubang kegagalan. Dalam Al – Qur’an pun Allah SWT berfirman Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum, melainkan merekalah sendiri yang akan merubahnya sendiri. Jadi, dilihat dari resep sukses dan perjalanan hidupnya kisah Honda ini sangat inspiratif dan menumbuhkan semangat baru bagi orang yang membaca kisah ini. :)
Selengkapnya...

Selasa, 15 Maret 2011

Tugas IBD - Manusia dan Tanggung Jawab Serta Pengandian


BAB VIII MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB SERTA PENGABDIAN

7.1 PENGERTIAN PENGORBANAN Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata – mata. Perbedaan antara pengertian pengorbanan dan pengabdian tidak begitu jelas karena adanya pengandian tentu adanya pengorbanan. Antara sesama kawan sulit sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mendandung arti yang lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga merupakan jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas dan tanpa pamrih, tanpa adanya perjanjian, tanpa adanya transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga dan biaya, serta waktu. Dalam pengabdian dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar, Penerbit Gunadarma.

7.2 CONTOH PENGORBANAN
1. Kesediaan guru sekolah dasar yang ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi adalah pengabdian yang menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar di situ tanpa menerima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang usul pengangkatannya, ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat atau bangsanya. Ia hanya menerima penghargaan dan belas kasihan dari masyarakat setempat. Pengorbanan yang ia berikan berupa tenaga, pikiran, waktu untuk kepentingan anak didiknya.
2. Dalam Novel Siti Nurbaya karangan Marah Rusli, betapa besar pengorbanan gadis bernama siti Nurbaya sebagai pengabdiannya kepada orang tua. Orang tua Siti Nurbaya tidak mampu membayar hutang kepada Datuk maringgih. Sebagai tebusannya, Siti Nurbaya di bujuk agar bersedia kawin dengan datuk Maringgih, si tua Bangka, walaupun sebenarnya dia sudah mengikat janji dengan pemuda pujaannya bernama Syamsul bahri. Demi pengabdiannya kepada bapaknya, Siti Nurbaya bersedia memutuskan hubungannya dengan Syamsul bahri dan mau dikawinkan dengan Datuk Maringgih, walaupun dengan perasaan yang sangat berat.
Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar, Penerbit Gunadarma.

7.3 STUDI KASUS
Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.
Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.
Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.
Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan.
Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya.
Pada suatu hari ketika Samsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.
Mendengar itu, ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya.
Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu dengan siasat dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.
Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.
Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.
Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat bertemu dengan orangtuanya.
Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahu 1922. Buku yang berjudul Siti Nurbaya ini berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman di antara roman-roman lain yang dianggap orang sebagai puncak roman dalam Sastra Indonesia Modern. Penilaian itu tidak didasarkan pada temanya, tetapi berdasarkan pemakaian bahasa dan gayanya yang tersendiri. Buku ini menggunakan bahasa melayu. Oleh karena itu, orang melayu pasti akan lebih mudah membaca dan segera mengerti isinya. Karena terkenalnya sampai-sampai zaman itu dinamai zaman Siti Nurbaya.
Sumber : http://reech4n.wordpress.com/2008/09/25/resensi-novel-siti-nurbaya-kasih-tak-sampai/

7.4 OPINI
Pengorbanan dan pengabdian Siti Nurbaya kepada Ayahnya sangatlah besar, walaupun dia harus mengorbankan perasaan, dan kebahagiaannya. Dia rela memutuskan hubungannya dengan Pemuda yang dia cintai yaitu Samsul Bahri demi menikah dengan Datuk Maringgih. Saya rasa tidak semua orang mau dan mampu melakukan hal seperti apa yang telah dilakukan oleh Siti nurbaya tersebut. Ia adalah contoh anak yang benar – benar berbakti kepada orang tuanya. Walaupun harus dia bayar dengan pengorbanan yang sangat besar untuk menunjukkan rasa pengabdiannya tersebut.
Selengkapnya...

Senin, 07 Maret 2011

Tugas IBD - Manusia dan Keadilan

BAB V MANUSIA DAN KEADILAN

5.1 Pendahuluan
Keadilan, yah hanya satu kata, tetapi satu kata ini penuh arti ini sangat sulit ditemukan di negeri kita Indonesia ini. Ya, padahal dalam dasar Negara kita pancasila pun telah disebutkan pada sila ke 5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Berarti sejak awal Indonesia didirikan sejak 17 Agustus 1945, Pemerintah saat itu telah menghendaki keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tetapi pada praktiknya keadilan itu sangat sulit ditemukan bagi rakyat yang berada pada kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pada tulisan ini kami, akan lebih banyak membahas tentang Pengertian Nama Baik dan Hakikat Pemulihan Nama Baik.

5.2 Pengertian Nama Baik
Secara bahasa, Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Pada hakikatnya semua orang yang lahir di dunia ini pasti mempunyai nama baik atau good will. Nama baik sangat penting di jaga oleh pemiliknya, karena nama baik sangat erat hubungannya dengan kehormatan diri dan kebanggaan batin. Terlebih lagi jika kita menjadi pemimpin atau teladan bagi orang lain, tentu akan menjadi kebanggaan batin tersendiri bagi si pemilik nama baik itu sendiri.
Ada pribahasa mengatakan “Dari pada berputih mata lebih baik berputih tulang” yang artinya Orang itu lebih memilih mati dibanding hidup dengan menanggung malu. Dari arti pribahasa yang ada di atas sungguh besarnya arti nama baik itu sehingga nyawa pun dijadikan taruhan oleh seseorang untuk menjaga nama baiknya. Ada pesan dari orang tua yaitu jagalah nama keluargamu, dan Jangan pernah membuat malu, kedua pesan itu tentu merupakan pesan orang tua kepada anak – anaknya untuk terus menjaga nama baiknya dan nama baik keluarganya. Tentu jika kita membuat malu atau kesalahan maka bukan hanya nama baik kita saja yang tercemar tetapi nama baik keluarga juga.
Pemeliharaan nama baik itu sangat erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan kita di masyarakat. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
Sumber : Buku IBD, Universitas Gunadarma

5.3 Hakikat Pemulihan Nama Baik

Pada hakikatnya pemulihan nama baik itu adalah kesadaran yang disadari oleh manusia karena dia melakukan kesalahan di dalam hidupnya, bahwa perbuatan yang dia lakukan tersebut tidak sesuai dengan norma – norma atau aturan – aturan yang ada di negeri ini, selain itu perbuatan yang menyebabkan hilangnya nama baik seseorang adalah karena perbuatan yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan aklakul karimah (akhlak yang baik menurut sifat – sifat Rasulullah SAW).
Ada tiga macam godaan yang sangat rentan terhadap tercemarnya nama baik seseorang. Tiga macam godaan tersebut adalah Derajat / pangkat, Harta, dan Wanita. Apabila seseorang tidak dapat menguasai nafsunya maka kemungkinan besar ia akan terjerumus ke jurang kenistaan karena untuk memperoleh derajat / pangkat, Harta , dan Wanita terkadang seseorang harus melakukan cara – cara yang tidak wajar tidak bersih, dan tidak sesuai dengan akhlak dan moral yang telah ditentukan oleh agamanya. Misalnya melakukan fitnah, berbohong, meyuap, mencuri, merampok, dan menempuh segala jalan yang diharamkan oleh agamanya.
Hawa nafsu dan angan – angan bagaikan sungai dan air. Hawa nafsu yang tidak tersalurkan melalui sungai yang baik, yang benar akan meluap kemana – mana yang akhirnya sangat berbahaya dan bisa menjerumuskan manusia kepada lumpur dosa.
Ada godaan halus yang dalam bahasa jawa disebut adigang, adigung, dan adiguna, yaitu membanggakan kekuasaan dan kepandaiannya. Semua itu mengandung arti kesombongan.
Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.
Sumber : BUKU IBD, Universitas Gunadarma.

5.4 STUDI KASUS
PEMULIHAN NAMA BAIK USTADZ JEFRRY AL BUCHORY
Nama baik itu sangat penting artinya bagi seseorang, karena dengan nama baik yang tercemar seseorang pasti akan sangat dikucilkan oleh masyarakat Luas.
Itulah yang dulu terjadi pada ustadz Jefrry Al Buchory, pada masa mudanya dahulu. Dahulu ketika beliau masih belum menjadi ustadz beliau adalah seorang yang tindakan dan sikapnya jauh dari moral dan akhlak sesuai dengan agama islam yang dianutnya. Dahulu beliau adalah penikmat dunia malam, mabuk – mabukan dan sebagainya.
Sehingga beliau sulit diterima oleh orang – orang, tetapi dukungan dari orang – orang terdekatnya ditambah hidayah yang datang dari Allah SWT yang menhendakinya untuk menjadi orang yang baik telah mengubah hidupnya hingga 360 derajat. Tentu pemulihan nama baik beliau di masyarakat luas butuh proses dan tidak instan, jika kita benar – benar serius untuk bertaubat dan berubah menjadi manusia yang lebih baik itu sangat sulit, tetapi beliau sangat serius ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, akhirnya dengan kesungguhan hatinya beliau bisa berubah dan kini beliau menjadi teladan bagi masyarakat luas. Pengalaman masa lalunya dia anggap sebagai sebuah pengalaman yang sangat berharga karena dengan pengalamannya itu dia kini dikenal sebagai ustadz gaul yang di kagumi oleh seluruh lapisan masyarakat baik itu kaum muda, dan kaum orang tua.
Melihat dari kisah seorang Ustadz jeffry al buchory tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa seburuk – buruknya sikap manusia, pasti ada jalan untuk kita agar kita bisa bertaubat dan bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi di hadapan tuhan, dan dengan mendapat kepercayaan dari Tuhan kepercayaan dari masyarakat terhadap kita pun, akan segera datang seiring dengan berjalannya waktu.
5.5 OPINI
Kisah ustadz Jeffry dapat dijadikan sebagai teladan dan motivator bagi kita yang ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Manusia itu tidak pernah luput dari kesalahan jadi wajar saja bila kita melakukan kesalahan baik itu yang kita sengaja ataupun yang tidak kita sengaja. Dengan nama baik manusia dapat meraih kesuksesan di masyarakat. Untuk memperoleh nama baiknya kembali Ustadz Jeffry harus melakukan berbagai proses yang panjang dan beliau sukses mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada dirinya, karena kesungguhan hati adalah kunci dari kesuksesan beliau untuk menjadi orang yang lebih baik lagi baik di hadapan tuhan dan dengan itu beliau dapat menjadi teladan yang baik di Masyarakat luas. 
Selengkapnya...