Pages

Minggu, 21 November 2010

Tentang Indonesia

KRL BARU INKA VS KRL BEKAS JEPANG

Assalamualaikum Wr. Wb.

Inilah salah satu polemik yang ada dalam moda transportasi masal (mass rapid Transportasion), di tengah gencarnya promosi made in Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah, tetapi pemerintah malah mengimpor KRL untuk jalur JABODETABEK. Memang, hal ini tidak salah tetapi bagaimana tanggapan rakyatnya? Inilah salah satu komentar yang pernah saya dengar “Kok, kita disuruh memakai barang made in Indonesia, sedangkan pemerintahnya saja masih memakai barang import bahkan “bekas” pula.”


Mungkin pemerintah RI “kejar setoran” akan jumlah armada KRL, karena jumlah penumpang KRL yang semakin hari semakin bertambah. Karena, KRL bekas Jepang lebih baik dan lebih praktis, karena KRL Jepang walaupun sudah berumur diatas 20 tahun masih lebih modern dibanding KRL baru buatan INKA yang baru dibuat 4 tahun yang lalu. Selain itu, harga KRL bekas Jepang lebih murah yaitu 10 milliar per set untuk 10 gerbong, sedangkan KRL baru buatan INKA yang dianggap ketinggalan zaman dibanderol 32 milliar per set untuk 4 gerbong, bahkan para petinggi PT KCJ dan PT KAI sendiri pun menggagap KRL buatan INKA tersebut tidak efisien dan efektif, karena selain ketinggalan zaman, harga yang terlalu mahal, serta waktu pembuatan yang cukup lama untuk satu set KRL saja baru bisa selesai paling cepat dalam waktu 6 bulan. Sedangkan KRL bekas Jepang hanya dalam waktu 1 bulan bisa langsung sampai di Indonesia ditambah 1 bulan pemeliharaan sebelum dioperasikan di Jalur JABODETABEK.

Jika dilihat dari alasan yang ada di atas, saya menilai langkah Pemerintah untuk impor KRL tidak salah, tetapi di sisi lain PT INKA selaku perusahaan yang bergerak pada industry kereta api cukup merugi akan hal ini, jika seperti ini terus PT INKA mungkin bisa merugi lebih besar lagi. Memang pemerintah mengejar target untuk memperbanyak rangkaian KRL untuk memenuhi tingkat okupansi penumpang yang setiap hari makin bertambah, hingga saat ini pemerintah sudah mempunyai 35 set KRL AC (dari mulai Rapid Toyo 1000, Toei 6000 yang pertama kali datang ke Indonesia, Tokyu 8000 dan Tokyu 8500, Tokyo metro 5000, 7000, dan 05, JR 103, serta KRL INKA).

Para penumpang KRL tentunya menuntut ingin KRL yang nyaman, aman, dan tepat waktu pada tahun 2013 kemungkinan tuntutan para penumpang KRL tersebut akan terwujud karena pada tahun tersebut pemerintah akan menghentikan impor KRL, berarti sisa waktu 2 tahun ini akan digunakan sebenar – benarnya untuk mengimpor KRL bekas Jepang sebanyak mungkin untuk crash program PT KAI dan PT KCJ. Mungkin PT INKA baru akan mendapat orderan baru selepas tahun 2013 tersebut. Itu berarti waktu 2 tahun itu PT INKA terus merugi, karena sepinya orderan.

Sekian tulisan dari saya bila ada kesalahan saya mohon di maafkan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan kekurangan hanya milik saya selaku manusia biasa. Akhir Kata, assalamualaikum Wr. Wb.

Written by Tatang Panji Permana

Class : 1KA25

0 komentar:

Posting Komentar