Prinsip
Dasar Asuransi
Selamat
hari jum’at teman – teman, tidak terasa ini sudah sampai pada minggu ketiga
pada mata kuliah Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan. Seperti biasanya,
dosen mata kuliah ini, yaitu Pak Prihantoro memerintahkan saya untuk mencatat
kembali apa yang telah beliau jelaskan pada saat mata kuliah beliau. Di minggu
ketiga ini, beliau menjelaskan tentang prinsip dasar asuransi. Penjelasan pada
minggu ketiga ini berkesinambungan dengan apa yang telah beliau jelaskan pada
minggu pertama tentang World Financial Flow, dan minggu kedua tentang Money
Multiplier Process atau proses penggandaan uang. Baiklah untuk mempersingkat
waktu dan agar prolog saya tidak terlalu panjang, maka penjelasan pak
Prihantoro pada minggu ketiga mengenai prinsip dasar asuransi.
Ada satu
kelompok terdiri dari 10 orang, jika ada satu dari diantara mereka yang
meninggal maka anggota yang lain sepakat untuk menyantuni yang meninggal
tersebut. Iuran setiap satu orang nya senilai 10 ribu, jadi setiap ada satu
orang yang meninggal maka santunan yang diperoleh oleh orang tersebut senilai
100 ribu. Akan menjadi masalah jika anggota kurang dari 10, karena santunan
yang akan diberikan kurang dari 100 ribu. Maka dari itu, ada siti yang berperan
untuk meminta uang kepada setiap anggota, menyimpan, dan mengelola dana yang
diberikan oleh 10 orang tersebut. Untuk menjaga dana 10 orang tersebut siti
melakukan investasi (seperti saham, obligasi, reksa dana, dsb). Misalkan dana
10.000 yang diterima oleh siti akan mendapat bunga 10% per bulannya apabila
satu tahun berarti anggota yang meninggal akan mendapat 22.000. 10.000 sebagai
premi, dan 22.000 uang pertanggungan. Maksimal investasi yang dilakukan oleh
siti hanya 6%. Siti menghitung kemungkinan mati 10 orang tersebut selama 1 tahun,
misalkan siti mendapatkan hasil 10% yang disebut probability mati. Tabel
mortalitas adalah kemungkinan orang meninggal dalam satuan waktu tertentu.
Maksimal siti dalam satu tahun mendapatkan uang sebesar 106.000, 100.000
berasal dari premi yang dibayarkan oleh anggota, dan 6 ribu berasal dari
investasi siti. Karena dalam probabilitas mati tiap anggota 10% berarti dalam
satu tahun hanya ada 1 orang anggota yang meninggal, maka dari itu keuntungan
siti pertahun adalah sebesar 106.000 – 22.000 = 84.000. Setiap tahun siti harus
menghitung probabilitas mati tiap anggota, proses menghitung probabilitas
tersebut hingga ke tabel mortalitas dinamakan proses underwriting. Proses
penentuan premi yang harus dibayarkan oleh anggota kepada siti dan penentuan
uang pertangunggan yang harus dibayarkan siti jika ada yang meninggal disebut
aktuaria. Hal – hal yang mempengaruhi kematian antara lain : usia, ekonomi,
jenis kelamin, pola hidup, kesehatan, hobi, culture, dan pekerjaan. Dalam
industri asuransi hitungganya dalam 1000 orang, misal ada seribu orang
meninggal dalam waktu 1 tahun adalah 90 permil sehingga kalau ada asuransi yang
mengcover ini. Artinya 0,1 per mill adalah angka mati atau mortality (Px). Dan
morbility adalah angka hidup. Hasilnya Px = 1 – yx. Biaya operasional dalam
industri asuransi jiwa dihitung dalam persentase tertentu dan tingkat
mortalitas atau morbilitas, dan dalam industri dikenal loading factor.
Jadi yang menentukan besarnya
premi yang dibayarkan anggota serta uang pertanggungan yang harus dibayarkan
siti adalah sebagai berikut :
1. Future
Value
2. Risk
3. Biaya
Operasional.
Future
Value = nilai uang di masa depan.
FV =
P(1+i)n
P = Pokok
i = bunga
n =
Jangka waktu
Present
Value = nilai masa depan yang harus ditarik ke masa sekarang.
PV = P =
F.V/(1 +i)n
Motiavsi orang untuk ikut asuransi :
1. Hidupnya
biar tenang
2. Mengurangi
Resiko
3. Sebagai
Investasi
Dalam negara yang sedang
berkembang motivasi orang untuk ikut asuransi dibagi menjadi 2 bentuk.
Bentuk pertama : Below the line
tujuannya : meningkatkan kemampuan ekonomi
Bentuk kedua : Makmur, tujuannya : mempertahankan
kemampuan ekonomi.
Secara umum di Indonesia,
asuransi dibagi 3 :
1. Life
2. General
3. Reasuransi
Reasuransi dapat mengcover Life
dan General asuransi.
Prinsip yang dipakai dalam
asuransi :
1. Ekonomi
2. Perjanjian
3. Risk nya
terukur
4. Harus ada
kesamaan
5. Ganti
kerugian, kemungkinan kerugian. Jadi untuk ikut asuransi hanya ada benefit
bukan profit.
6. Penerima
manfaat, beneficially
7. Ada yang tertanggung.
8. Insurable
Interest
9. Kejadian
Normal karena Resiko.
Dalam Life Insurance terbagi tiga
:
1. Jiwa
berjangka : jika anggota meninggal
mendapat uang pertangunggan, tetapi jika ia meninggal tidak mendapat apa – apa.
2. Endowment : jika anggota meninggal tidak
mendapat apa – apa. Tetapi jika ia tetap hidup akan mendapat uang penggantian.
3. Dwiguna : Baik anggota hidup atau
meninggal akan mendapat uang pertanggungan.
Dalam General Insurance :
1. Harta
Benda, contohnya mengcover mobil, property, resiko bisnis.
Life dan General Insurance
berkolaborasi untuk membentuk Health, dan Personal Accident Insurance. Dalam
Health dan Personal Accident terdapat klausul cacat.
Perusahaan Asuransi harus
mempunyai :
1. Data
Nasabah / Klien
2. Tabel
Risk / Tabel Resiko
3. Data
Investasi
Data klien dan Nasabah berkaitan
dengan 2 hal :
1. Penutupan
/ pertanggungan
2. Klaim.
Semakin banyak orang yang ikut
asuransi, maka resiko yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi akan
semakin kecil, yaitu Law of the Large Number.
Dalam perusahaan Asuransi ada
istilah yang dikenal dengan nama solvabilitas, dan pada lembaga keuangan lain
yaitu Bank, ada istilah yang dikenal dengan nama likuiditas. Dimana
solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset
yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan
mengalami ke pailitan.
0 komentar:
Posting Komentar