Pages

Sabtu, 09 Maret 2013

Prinsip Dasar Asuransi


Prinsip Dasar Asuransi

Selamat hari jum’at teman – teman, tidak terasa ini sudah sampai pada minggu ketiga pada mata kuliah Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan. Seperti biasanya, dosen mata kuliah ini, yaitu Pak Prihantoro memerintahkan saya untuk mencatat kembali apa yang telah beliau jelaskan pada saat mata kuliah beliau. Di minggu ketiga ini, beliau menjelaskan tentang prinsip dasar asuransi. Penjelasan pada minggu ketiga ini berkesinambungan dengan apa yang telah beliau jelaskan pada minggu pertama tentang World Financial Flow, dan minggu kedua tentang Money Multiplier Process atau proses penggandaan uang. Baiklah untuk mempersingkat waktu dan agar prolog saya tidak terlalu panjang, maka penjelasan pak Prihantoro pada minggu ketiga mengenai prinsip dasar asuransi.
Ada satu kelompok terdiri dari 10 orang, jika ada satu dari diantara mereka yang meninggal maka anggota yang lain sepakat untuk menyantuni yang meninggal tersebut. Iuran setiap satu orang nya senilai 10 ribu, jadi setiap ada satu orang yang meninggal maka santunan yang diperoleh oleh orang tersebut senilai 100 ribu. Akan menjadi masalah jika anggota kurang dari 10, karena santunan yang akan diberikan kurang dari 100 ribu. Maka dari itu, ada siti yang berperan untuk meminta uang kepada setiap anggota, menyimpan, dan mengelola dana yang diberikan oleh 10 orang tersebut. Untuk menjaga dana 10 orang tersebut siti melakukan investasi (seperti saham, obligasi, reksa dana, dsb). Misalkan dana 10.000 yang diterima oleh siti akan mendapat bunga 10% per bulannya apabila satu tahun berarti anggota yang meninggal akan mendapat 22.000. 10.000 sebagai premi, dan 22.000 uang pertanggungan. Maksimal investasi yang dilakukan oleh siti hanya 6%. Siti menghitung kemungkinan mati 10 orang tersebut selama 1 tahun, misalkan siti mendapatkan hasil 10% yang disebut probability mati. Tabel mortalitas adalah kemungkinan orang meninggal dalam satuan waktu tertentu. Maksimal siti dalam satu tahun mendapatkan uang sebesar 106.000, 100.000 berasal dari premi yang dibayarkan oleh anggota, dan 6 ribu berasal dari investasi siti. Karena dalam probabilitas mati tiap anggota 10% berarti dalam satu tahun hanya ada 1 orang anggota yang meninggal, maka dari itu keuntungan siti pertahun adalah sebesar 106.000 – 22.000 = 84.000. Setiap tahun siti harus menghitung probabilitas mati tiap anggota, proses menghitung probabilitas tersebut hingga ke tabel mortalitas dinamakan proses underwriting. Proses penentuan premi yang harus dibayarkan oleh anggota kepada siti dan penentuan uang pertangunggan yang harus dibayarkan siti jika ada yang meninggal disebut aktuaria. Hal – hal yang mempengaruhi kematian antara lain : usia, ekonomi, jenis kelamin, pola hidup, kesehatan, hobi, culture, dan pekerjaan. Dalam industri asuransi hitungganya dalam 1000 orang, misal ada seribu orang meninggal dalam waktu 1 tahun adalah 90 permil sehingga kalau ada asuransi yang mengcover ini. Artinya 0,1 per mill adalah angka mati atau mortality (Px). Dan morbility adalah angka hidup. Hasilnya Px = 1 – yx. Biaya operasional dalam industri asuransi jiwa dihitung dalam persentase tertentu dan tingkat mortalitas atau morbilitas, dan dalam industri dikenal loading factor.
Jadi yang menentukan besarnya premi yang dibayarkan anggota serta uang pertanggungan yang harus dibayarkan siti adalah sebagai berikut :
1.     Future Value
2.    Risk
3.    Biaya Operasional.
Future Value = nilai uang di masa depan.
FV = P(1+i)n
P = Pokok
i = bunga
n = Jangka waktu
Present Value = nilai masa depan yang harus ditarik ke masa sekarang.
PV = P = F.V/(1 +i)n
 Motiavsi orang untuk ikut asuransi :
1.     Hidupnya biar tenang
2.    Mengurangi Resiko
3.    Sebagai Investasi
Dalam negara yang sedang berkembang motivasi orang untuk ikut asuransi dibagi menjadi 2 bentuk.
Bentuk pertama : Below the line tujuannya : meningkatkan kemampuan ekonomi
Bentuk kedua     : Makmur, tujuannya : mempertahankan kemampuan ekonomi.
Secara umum di Indonesia, asuransi dibagi 3 :
1.     Life
2.    General
3.    Reasuransi
Reasuransi dapat mengcover Life dan General asuransi.
Prinsip yang dipakai dalam asuransi :
1.     Ekonomi
2.    Perjanjian
3.    Risk nya terukur
4.    Harus ada kesamaan
5.    Ganti kerugian, kemungkinan kerugian. Jadi untuk ikut asuransi hanya ada benefit bukan profit.
6.    Penerima manfaat, beneficially
7.    Ada yang tertanggung.
8.    Insurable Interest
9.    Kejadian Normal karena Resiko.
Dalam Life Insurance terbagi tiga :
1.     Jiwa berjangka      : jika anggota meninggal mendapat uang pertangunggan, tetapi jika ia meninggal tidak mendapat apa – apa.
2.    Endowment            : jika anggota meninggal tidak mendapat apa – apa. Tetapi jika ia tetap hidup akan mendapat uang penggantian.
3.    Dwiguna                 : Baik anggota hidup atau meninggal akan mendapat uang pertanggungan.
Dalam General Insurance :
1.     Harta Benda, contohnya mengcover mobil, property, resiko bisnis.

Life dan General Insurance berkolaborasi untuk membentuk Health, dan Personal Accident Insurance. Dalam Health dan Personal Accident terdapat klausul cacat.
Perusahaan Asuransi harus mempunyai :
1.     Data Nasabah / Klien
2.    Tabel Risk / Tabel Resiko
3.    Data Investasi
Data klien dan Nasabah berkaitan dengan 2 hal :
1.     Penutupan / pertanggungan
2.    Klaim.
Semakin banyak orang yang ikut asuransi, maka resiko yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi akan semakin kecil, yaitu Law of the Large Number.
Dalam perusahaan Asuransi ada istilah yang dikenal dengan nama solvabilitas, dan pada lembaga keuangan lain yaitu Bank, ada istilah yang dikenal dengan nama likuiditas. Dimana solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan.

0 komentar:

Posting Komentar