TEMPAT DUDUK PRIORITAS
Assalamualaikum teman – teman sebangsa dan setanah air, mulai lagi nih ane nulis di blog tercinta ane, hehehe.. Setelah libur 3 minggu karena ujian tengah semester, mudah – mudahan aja nilai uts saya bisa memuaskan ya, doakan ya teman – teman J. Ok, back to the topic ya teman – teman. Saya cukup tertarik menulis judul tempat duduk prioritas yang ada di KRL Ekonomi AC dan KRL Ekspres, karena ketika saya menaiki KRL Ekonomi AC dan KRL Ekspres selalu saja tempat duduk prioritas di duduki oleh “para wanita berkumis”, alias pemuda atau bapak – bapak yang keadaan fis
iknya masih terlihat sehat wal afiat.
Inilah pemandangan yang dapat kita temukan pada rush hour (jam sibuk) yaitu jam masuk kerja dan jam pulang kerja.
apa pendapat teman – teman jika melihat pemandangan seperti ini di courtessy seat (Tempat Duduk Prioritas)?
Padahal di tempat duduk prioritas ini terdapat stiker seperti ini
Bukannya ti
dak melihat atau tidak bisa membaca tetapi para “wanita berkumis” tersebut mungkin sudah terlalu lelah sampai akhirnya mengambil tempat duduk yang di prioritaskan untuk penyandang cacat, ibu hamil, manula, dan ibu yang mengendong atau membawa anak yang masih bayi atau balita yang berusia maksimal 4 tahun.
Apa mungkin kesadaran para kaum adam sudah mati atau apakah mereka sudah acuh kepada para penumpang yang harus diprioritaskan karena terutama setelah diluncurkannya gerbong kereta khusus wanita di KRL Ekonomi AC dan KRL Ekspres tersebut yang menyebabkan kepekaan mereka akan penumpang prioritas mati? Memang inilah masalah yang harus dengan sabar dihadapi oleh para penumpang setia KRL JABODETABEK, belum lagi jika banyak permasalahan teknis yang terjadi pada perjalanan KRL, baik Gangguan sinyal, gangguan rangkaian krl, gangguan wessel, dll.
Terlepas dari masalah itu, tempat duduk prioritas yang memang dikhususkan untuk para penumpang yang memang patut untuk kita prioritaskan. Ya, saya hanya berharap TDP tersebut ditempati oleh penumpang yang memang harus di prioritaskan. Saya juga berharap agar tidak ada rasa kecemburuan social yang timbul dari pihak kaum adam yang menyebabkan timbulnya rasa egoism diantara penumpang kaum adam terhadap penumpang kaum hawa. Dengan tidak membiarkan para ibu hamil, membawa balita, dan para manula serta para penyandang cacat berdiri karena mereka lah pemilik dari TDP tersebut. Karena saya pernah melihat ibu hamil, dan ibu membawa balita berdiri di depan bapak – bapak, atau lelaki muda, dan para wanita muda yang masih sehat wal afiat.
Sekianlah tulisan saya yang sederhana serta dengan topic yang sederhana tapi cukup membuat kesadaran social kaum adam bangkit untuk lebih mengalah dari kaum hawa, dan para penumpang prioritas. Semoga tulisan – tulisan yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Assalamualaikum.
Tatang Fanji Permana
16110827
1KA25
0 komentar:
Posting Komentar